
Manajemen barak mengandung pengertian yaitu kegiatan yang bertujuan untuk menyiapkan kebutuhan penduduk yang terkena dampak bencana agar mendapat bantuan yang tepat dan dilakukan secara manusiawi.
Pada saat bencana terjadi,tidak semua lokasi yang luas,atau bangunan kosong dapat dihuni sebagai barak pengungsian.Hal hal yang harus diperhatikan dalam memilih suatu tempat menjadi barak pengungsian meliputi :
1. Lokasi yang strategis
Tempat yang digunakan harus benar benar aman,dan jauh dari lokasi bencana sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran yang berlebih dari pengungsi,dan yang tidak kalah pentingnya adalah tempat yang digunakan sebagai barak memiliki lahan yang cukup untuk menampung pengungsi.
2. Kepemilikan lokasi
Lokasi yang akan digunakan sebagai tempat harus mendapatkan izin baik secara tertulis maupun secara lisan dari pemiliknya,hal ini dilakukan supaya tidak muncul masalah masalah baru di kemudian hari.
3. Sarana prasarana
Barak pengugsian harus disesuaikan dengan :
· Jumlah air bersih
· Sanitasi ( 1 WC idealnya digunakan untuk 20 orang)
· Penerangan ( terutama untuk wanita,anak anak dan usia lanjut)
· Keamanan ( baik dari segi kriminalitas maupun alam)
· Tempat ibadah
· Saran bermain anak
· Lokasi antar keluarga dalam 1 barak juga harus terpisah (menjaga privasi)
4. Akses jalan dan transportasi
Akses jalan sangatlah penting dipikirkan dalam menentukan lokasi barak,karena dengan adanya akses jalan yang mudah maka pemenuhan kebutuhan pengungsi berupa bantuan dan saat melakukan evakuasi dapat berjalan dengan lancar.
5. Akses komunikasi
Komunikasi sangatlah penting disini,dengan adanya akses komunikasi maka antar barak dapat saling berkoordinasi dan kegunaan untuk para pengungsi adalah untuk menjaga komunikasi dengan kerabat lain yang mungkin ada ditempat lain.
6. Perlengkapan kehidupan sehari hari
Yang dimaksud disini adalah alat mandi,pakaian ganti,alas tidur,mainan anak,perlengkapan memasak,dsb.Hal ini harus disediakan agar pengungsi merasa lebih nyaman.
7. Pelayanan kesehatan dan pemulihan trauma
Pelayanan kesehatan dapat berupa posko,yang didalamnya terdapat tenaga kesehatan,obat obatan,dan alat alat kesehatan untuk kasus kasus darurat.Selain itu untuk layanan psikologis juga tidak boleh diabaikan begitu saja,hal ini dapat diatasi dengan cara pemulihan trauma atau yang disebut juga “trauma hilling” yang diberikan oleh relawan relawan yang terlatih maupun ditangani langsung oleh para psikolog.
Apabila semua ini dapat terpenuhi,diharapkan pengungsi dapat tertolong bukan hanya dari segi fisik namun juga segi psikologis.Meskipun pengungsi tersebut mau ditempatkan dimana saja tapi sudah seharusnya kita memberi tempat yang layak dihuni untuk meringankan beban mereka.”mereka sudah susah,jangan dibuat lebih susah”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar